Pacaran yang Sehat untuk Remaja

pacaran sehat 1024x680 Pacaran yang Sehat untuk Remaja

Pacaran yang Sehat untuk Remaja

Pacaran yang Sehat untuk Remaja – Pada saat ini, kekerasan pada masa pacaran merupakan masalah yang sering ditemui dan cukup kompleks. Namun demikian, kita harus tetap berusaha untuk mengantisipasi munculnya kekerasan dalam masa pacaran ini.  Salah satu cara yang mungkin bisa dilakukan, terutama oleh remaja adalah dengan melakukan “Pacaran yang Sehat untuk Remaja” adalah pacaran yang memenuhi kriteria ”sehat”, baik sehat fisik, sehat psikis, sehat sosial, maupun sehat seksual .

  1. Sehat fisik. Pacaran dikatakan sehat secara fisik jika dalam aktivitas berpacaran tersebut tidak ditemui adanya kekerasan secara fisik. Nah, itu berarti bahwa walaupun remaja putra secara fisik memang lebih kuat dari remaja putri, bukan berarti remaja putra dapat seenaknya menindas ataupun memanipulasi remaja putri secara fisik.
  2. Sehat psikis. Pacaran dikatakan sehat secara psikis, jika sepasang individu yang menjalaninya mampu saling berempati serta mengungkapkan dan mengendalikan emosinya dengan baik, saling percaya, saling menghargai, dan saling menghormati. Dengan demikian, hubungan di antara keduanya menjadi lebih nyaman, saling pengertian, dan juga ada keterbukaan.
  3. Sehat sosial. Pacaran dikatakan sehat secara sosial jika aktivitas berpacaran tersebut tidak bersifat saling mengikat atau mengisolasi pasangan. Artinya, walaupun remaja putra dan putri terikat dalam komitmen pacaran, namun hubungan sosial masing-masing mereka dengan individu lain tetap harus dijaga dan sebaiknya remaja putra atau putri tidak hanya terfokus pada pacar atau pasangannya saja.
  4. Sehat seksual. Kemudian, pacaran juga harus sehat secara seksual. Secara biologis, kaum remaja mengalami perkembangan dan kematangan seks. Tanpa disadari, pacaran juga mempengaruhi kehidupan seksual seseorang. Kedekatan secara fisik dapat mendorong keinginan untuk melakukan kontak fisik yang lebih jauh. Jika hal itu diteruskan dan tidak terkontrol, maka dapat menimbulkan hal-hal yang sangat berisiko. Karena adanya resiko yang harus ditanggung akibat tindak seksual yang mereka lakukan, maka aktivitas percaran yang mereka lakukan tidak lagi disebut sebagai pacaran yang ”sehat”.
Nah..bagaimana agar pacaran kita sehat dan tetap awet? Disini kita harus punya prinsip. Artinya, segala sesuatu yang kita lakukan memiliki dasar dan tujuan yang jelas. Dalam berpacaran, mungkin saja kita menemukan perbedaan prinsip, khususnya tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hal itu adalah wajar, asalkan tetap saling menghargai. Setiap orang, khususnya remaja, mempunyai hak untuk bicara secara terbuka, termasuk mengungkapkan prinsipnya masing-masing.
Mengungkapkan prinsip yang kita pegang akan berpengaruh pada penerimaan orang lain. Maksud dan keinginan kita akan sulit diterima dan dimengerti orang lain kalau kita tidak tahu bagaimana mengomunikasikannya dengan baik. Intinya, kita juga harus mengerti atau memahami bagaimana cara berkomunikasi yang baik.
Semoga Artikel Terbaru tentang Cara Pacaran Yang sehat, bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda. Dan jangan lupa menekan Tombol Share Facebook/Twitter/G+ untuk memberi tahu teman-teman anda yang lain agar kita bisa berbagi informasi melalui blog SoalRemaja.Com tentang Pacaran yang Sehat untuk Remaja

Populer

  • ane masih jomblo gan 😀
    gk punya pacar 😀

    tapi bagus juga ini artikelnya 😀

  • tenang aja gan, ane juga masih jomblo kok 😀
    & makasih udah mampir ^_^

  • Pingback: Cara Membaca Karakter Seseorang Dari Tulisan Tangan – Soal Remaja()

  • Ilham Rozaq Al As’at

    maap ni gan sebelumnya,……. tapi aku kurang setuju dengan istilah pacaran gan,….. seharusnya kaum remaja udah pade tau ni,… bukannya udah jelas tuh di quran disurat al maidah kalo ndak salah, disalah satu ayatnya yang mengatakan bahwasanya “janganlah kaum lelaki mendekati seorang perempuan dengan cara diam-diam (berpacaran)” tuh kan udah jelas kite tuh ndah boleh ame yang namanye gituan………… 🙂

    • admin

      maaf mas ilham, gak semua orang paham akan alquran. dan di sini saya menulis untuk khalayak umum, bukan untuk sesorang dengan keyakinan tertentu. mungkin yang di maksud diam diam di sana adalah secara backstreet, atau sembunyi-sembunyi jadi mohon di fahami sebelum kita salah menafsirkan nya.

      • ilham rozaq

        oke kalau itu emang udah jadi prinsip lw gan,…… gw cuman ngungkapin prinsip gw aja,…… hidup itu kan juga pilihan ,……. ndak bisa kite saling ngatur satu sama lain,……. tapi yang jelas “tuhan kita menciptakan otak untuk berpikir”………. sorry gan,… kalau gw ngomong langsung main serong aja… 😀

        • admin

          prinsip masing-masing orang berbeda mas gan 🙂 gak bisa di sama ratakan. any way terima kasih udah mampir ke blog sederhana kami.

%d blogger menyukai ini: