Dampak Negatif Sosmed Bagi Remaja

Dampak Negatif Penggunaan Sosmed yang Berlebihan

sosmed negatif 300x156 Dampak Negatif Sosmed Bagi Remaja

Sebagian besar dari kita mungkin setuju, jika sesuatu yang ada awalnya sangat bermanfaat ternyaa bisa sangat merugikan kita sebagai pelaku. hal ini pun berlaku juga dengan produk dari dunia digital yang saat ini sedang sangat fenomenal yaitu sosmed ( sosial media ) selain yang sudah kita semua ketahui bahwa sebuah sosmed ternyata mempunyai banyak sekali manfaat yang dapat kita jadikan sebagai pelengkap dan pendukung aktivitas pekerjaan kita, akan tetapi terdapat juga dampak negative yang ditimbulkan, karena penggunaan nya yang terlalu berlebihan. berikut beberapa dampak negative dari aktivitas sosmed.

Beberapa Dampak Negatif Tentang Sosmed, Wajib Tau

  1. Melakukan selfie yang berlebihan

 

Selfie yang dilakukan secara berlebihan dapat menjadi sesuatu yang sangat menyebalkan bagi seseorang, apalagi bila aktivitas selfie ini kita dilakukan pada waktu yang sangat tidak tepat, seperti disaat sedang ada bencana. Dampak buruk dari selfie yang berlebihan juga dapat menutup interaksi soisial kita tehadap lingkungan. sebagai contoh bila kita ingin memotret diri sendiri dengan pemandangan yang bagus, tentunya kita bisa minta tolong kepada seseorang didekat kita.

  1. Sering melakukan debat argumen tidak berarti

 

Didalam dunia medsos sering menjadi ajang perdebatan yang seakan tiada henti, apalagi jika sudah menyangkut masalah masalah yang sedang hangat di masyarakat, seperti masalah politik, perbedaan agama atau sarana umum. Padahal, isu yang menyangkut kepercayaan adalah masalah yang sangat sensitive jika terlalu di ekspos dan diantara setiap individu belum tentu tingkat kepercayaan nya itu sama. Hal ini dapat menimbulkan perselisihan yang tak ber kesudahan di medsos.

  1. Membuat kita menjadi pengecut

Meski didalam medsos kita menjadi bebas berekspresi, pada kenyataan nya dunia medsos  ini juga sering menjadi tempat bersembunyi bagi seseorang yang melakukan tindakan yang salah. sering kita jumpai, ketika terdapat sesuatu hal tidak disukai, kemudian terus dihujat, mereka   tidak berani mengungkapkan menggunakan identitas yang asli. Menjadi anonim itu secara langsung menunjukkan bahwa mereka pengecut.

 

  1. Banyak bicara, tanpa tindakan nyata

Laman medsos  juga dapat menjadi ajang bagi para aktivis. Seorang yang ingin menjadi relawan  tinggal melakukan sebuah posting terkait dengan tanda tagar. Namun lebih baik bila kita seharusnya mengambil tindakan nyata untuk mengatasinya dan tak sekedar postingan pada media sosial.

  1. Menjadi pribadi yang lebih cuek

Pada laman sosmed, terdapat  banyak sekali content yang dianggap penting dan sangat wajar untuk dibagikan tanpa memperhatikan komunitas lain. Akan tetapi hal tersebut merupakan pandangan dari kita secara pribadi dan bukan pandangan masyarakat luas, hal tersebut dapat berujung kepada kebencian terhadap sebuah paham tertentu karena kita terlalu tidak peduli dengan apa yang kita bagikan pada laman sosmed.

 

Populer

%d blogger menyukai ini: